Tips Memulai Usaha Toko Kelontong Yang Jitu

Tips Memulai Usaha Toko Kelontong Yang Jitu

Sentidomallorcapalace –┬áKehadiran toko serba ada dengan sistem swalayan kini lebih digemari daripada toko kelontong. Padahal harga jual sembako lebih murah dibandingkan supermarket.

Apa yang menyebabkan ditinggalkannya sembako? Pernahkah Anda memperhatikan sistem toko kelontong dari zaman kuno hingga saat ini? Tidak ada perbedaan yang mencolok. Minimnya inovasi yang membuat mereka tertinggal. Tidak ada salahnya jika Anda ingin berbisnis di bidang ini. Namun Anda perlu menyiapkan inovasi dan strategi bisnis baru untuk bersaing dengan supermarket.

Sebelum menggali lebih dalam, Anda perlu memahami tips di bawah ini untuk memulai bisnis supermarket.

1. Lokasi strategis

Penting juga untuk menemukan lokasi yang strategis untuk bisnis. Lokasi strategis biasanya tempat-tempat yang mudah dijangkau oleh transportasi dan ramai dikunjungi orang, seperti di dekat pasar, terminal, pusat perbelanjaan, perkantoran, di pinggir jalan, di depan kampus atau di depan sekolah.

Untuk memilih lokasi yang strategis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti biaya sewa toko jika tidak berjualan dari rumah, tarif bayar, dll. Memilih tempat yang strategis bukan berarti bebas dari hambatan dan masalah. Selain itu, keuntungan yang akan diperoleh akan cukup besar, namun perlu menyiapkan modal yang besar untuk memilikinya. Tentunya biaya sewa di lokasi yang strategis lebih mahal daripada di lokasi yang sepi. Namun tidak terjadi apa-apa, jika di kawasan perumahan belum ada yang membuka toko kelontong, maka bisa dibuka.

2. Kerjasama dengan distributor

Tidak semua barang kebutuhan sehari-hari datang sendiri. Dengan bekerja sama dengan distributor, toko akan terisi. Selain itu, Anda dapat memperoleh keuntungan dengan menemukan selisih harga saat Anda membelinya dan menjualnya kembali kepada pelanggan.

Sebelum menentukan harga, teliti dan analisis daftar distributor grosir, temukan yang menawarkan harga terendah dan yang produknya banyak diminati atau dibutuhkan pembeli. Pilih dealer yang ramah untuk kerjasama jangka panjang.

3. Membangun manajemen bisnis yang baik

Memulai bisnis dengan rencana lebih baik daripada tanpa rencana. Bisnis yang baru dimulai sebaiknya dikelola dari awal agar Anda dapat mengantisipasi berbagai hal yang mungkin terjadi dalam bisnis tersebut di masa mendatang.

Buat SWOT bisnis, alat pengoperasian dan pengambilan keputusan dengan analisis. SWOT adalah singkatan dari Strengths, Weaknesses, Opportunities and Threats. Tujuan dari SWOT adalah agar kita dapat melihat kekuatan kita, kelemahan atau kelemahan kita, peluang dan ancaman yang ada di depan mata kita.

Selanjutnya, menganalisis kebutuhan masyarakat sekitar. Sebagian besar bisnis lahir dari empati dengan kebutuhan masyarakat saat itu, misalnya ketika melihat ibu-ibu yang membutuhkan gas elpiji dan tidak ada yang menjualnya, maka timbul perasaan ingin menjualnya.

Jangan lupa untuk melakukan pengelolaan keuangan dengan memisahkan keuangan bisnis dan pribadi, menggunakan sebagian keuntungan untuk modal usaha yang bisa mendatangkan uang kembali.

4. Mencari ilmu sebelum menyelam

Saat ini banyak sekali media yang menawarkan pembelajaran bisnis dan mudah diakses. Selain itu, banyak juga instansi terkait yang menyelenggarakan pelatihan yang terbuka untuk semua orang. Sebelum terjun ke dunia bisnis, manfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya dari narasumber. Sekarang juga banyak e-book yang mudah dibaca saat bepergian jika Anda tidak punya waktu untuk mengikuti pelatihan.

5. Memberikan promosi dan layanan tambahan kepada pelanggan

Pembeli tentu akan tergiur untuk mendapatkan promosi dan layanan tambahan dari Anda. Mulailah dengan harga promo yang bisa dilakukan dengan harga paket. Misalnya membuat parsel sembako yang harganya bisa lebih murah daripada membelinya secara satuan. Atau dapatkan gratis saat Anda membeli produk.

Selain itu, dengan memberikan layanan home delivery kepada pelanggan, Anda juga bisa membuat mereka senang. Biasanya layanan yang ditawarkan oleh toko kelontong, seperti pengiriman galon, LPG, atau bahan masakan seperti telur. Namun tidak ada salahnya menawarkan kepada orang lain berdasarkan permintaan pelanggan.

Baca juga:

Cara mengelola keuangan usaha